26 Juni 2026 - 21:07
Source: ABNA
Syekh Naim Qassem: Nota Kesepahaman Terbaru adalah Deklarasi Resmi Kekalahan AS dan Israel

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon dalam upacara hari Asyura mengatakan bahwa pencapaian Iran atas nota kesepahaman terbaru, pada dasarnya merupakan deklarasi resmi kekalahan AS dan Israel.

Menurut laporan kantor berita ABNA mengutip Al-Mayadeen, Syekh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, dalam pidatonya pada peringatan Asyura, mengatakan hari ini adalah simbol sejarah dalam pengorbanan, kedermawanan, dan keabadian. Ia mengatakan bahwa pemandangan Asyura adalah mobilisasi revolusioner sejati yang mengubah persamaan dan menggulingkan para tiran.

Syekh Qassem dengan menekankan bahwa amanah para syuhada, korban luka, dan tawanan adalah amanah di pundak kita, dan kita akan menjaga apa yang mereka korbankan, menambahkan: kita tidak lagi berhadapan dengan Karbala historis, melainkan dengan Karbala yang terhubung dari sejarah ke masa kini dan masa depan.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon mencatat: kita menghadapi perang untuk menghancurkan eksistensi Hizbullah, basis rakyatnya, dan warga negara yang terkait dengannya di Lebanon.

Syekh Qassem melanjutkan bahwa rezim Zionis hadir di Lebanon karena ingin mendudukinya dalam kerangka proyek "Israel Raya", dan perlawanan muncul justru karena agresi dan pendudukan ini.

Sekretaris Jenderal Hizbullah menilai agresi bersama darat, laut, dan udara AS dan rezim Zionis terhadap warga sipil sebagai perang besar dan bahaya serius, dan bahwa mereka memulai perang untuk menghancurkan eksistensi Hizbullah.

Ia menekankan bahwa rakyat Lebanon dengan sikap Karbala-nya mampu menghentikan agresi ini dan mencapai pencapaian besar.

Syekh Naim Qassem menyatakan: kita telah mengalahkan proyek Israel-Amerika dan memasuki tahap baru, dan siapa pun yang ingin melakukan sesuatu harus bertindak berdasarkan tahap baru ini.
Sekretaris Jenderal Hizbullah menyatakan bahwa kehadiran rezim Zionis di Lebanon bukan karena rudal, melainkan karena ingin menelan dan mendudukinya.

Dengan merujuk pada perkembangan hasutan perang Amerika-Zionis terhadap Iran dan berterima kasih atas sikap Iran dalam mendukung perlawanan Lebanon, ia melanjutkan: Iran mampu bertahan dan mencapai nota kesepahaman yang merupakan deklarasi resmi kekalahan AS dan Israel.

Syekh Naim Qassem menekankan perlunya menggunakan jalur kesepahaman antara Iran dan Amerika sebagai pelindung utama kedaulatan Lebanon dengan kekuatan luar biasa yang dikirimkan Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai hadiah surgawi untuk Lebanon.

Sekretaris Jenderal Hizbullah dengan menekankan bahwa "rezim Zionis tidak punya pilihan selain mundur sepenuhnya dari setiap inci tanah Lebanon dan menghentikan agresi", menambahkan: Israel harus pergi tanpa syarat.

Syekh Naim Qassem, dengan merujuk pada sikap bermusuhan pemerintah Lebanon terhadap Hizbullah, menekankan bahwa pejabat Lebanon tidak dapat memusuhi setengah dari rakyat Lebanon. Ia menambahkan: perlawanan kuat, dan jika kalian melangkah di jalur kedaulatan Lebanon, kami bersama kalian. Perlawanan berlanjut dengan eksistensi, kehadiran, keputusan, dan kemampuannya, dan ia adalah pilar kemerdekaan dan kebebasan Lebanon.

Ia menambahkan: para tokoh pemerintah harus mempersatukan barisan mereka melawan musuh dan menghentikan pelaksanaan dikte perwalian dan kepentingan AS dan Israel.

Syekh Naim Qassem, berbicara kepada para pemimpin pemerintah Lebanon, mengatakan: kami mengulurkan tangan bantuan kepada kalian, dan perlawanan dalam kedaulatan Lebanon bersama kalian.

Your Comment

You are replying to: .
captcha